Lamongan merupakan salah satu
kota yang terdapat di Jawa Timur. Kota yang terkenal dengan Tari Mayang Madu
ini memiliki beberapa objek wisata yang patut untuk di kunjungi. Di balik itu
semua Kota Lamongan telah mengalami berbagai perubahan yang signifikan. Pada tahun
2003 Lamongan hanya berupa kota kecil yang tak banyak di kunjungi oleh
wisatawan baik domestik maupun
nodomestik. Wilayahnya yang kecil dan objek wisatanya yang sedikit tak membuat wisatawan tertarik dengan Kota kecil ini.
nodomestik. Wilayahnya yang kecil dan objek wisatanya yang sedikit tak membuat wisatawan tertarik dengan Kota kecil ini.
Namun,
pada tahun 2004 pemerintah menetapkan desentralisasi melalui pemberlakuan
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, menjadikan pemerintah daerah memiliki
keleluasaan dalam mengatur daerahnya termasuk dalam pengelolaan dana daerah. Salah
satunya adalah pengelolaan dana dalam sektor kepariwisataan Kota Lamongan.
Pembangunan sektor kepariwisataan di Kabupaten Lamongan diarahkan pada
peningkatan pariwisata menjadi sektor andalan yang mampu mengalahkan kegiatan
Ekonomi. Peningkatan dan pengembangan kepariwisataan juga dibarengi dengan
pembangunan di sektor-sektor lain misalnya pembangunan hotel-hotel di beberapa
tempat, fasilitas-fasilitas yang memadai bagi pengunjung, perbaikan
infrastruktur dan lain lain.
Hasil dari
pengembangan objek wisata ini salah satunya adalah WBL (Wisata Bahari Lamongan)
yang berdiri sejak 14 November 2004. Dengan memadukan konsep wisata bahari dan
dunia wisata. WBL memiliki luas area sebesar 11 hektar yang di buka mulai jam
08.30-16.30 setiap harinya. Biaya masuk ke temoat wisata ini sebesar Rp 60-70
ribu (weekday) dan Rp 80-100 ribu (weekend).
WBL
selalu menghadirkan 3 wahana baru setiap tahunnya. Salah satu objek yang
terdapat di WBL ialah Anjungan Wali Songo, Paus Dangdut, Istana Bajak Laut,
Taman Kaca, Waterboom, Kolam Renang dan Tembak Ikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar